Sejarah Kota Sukabumi

 Sejarah Kota Sukabumi adalah sebuah kota dan salah satu kabupaten di Jawa Barat. Sukabumi adalah salah satu daerah terluas di Jawa Barat, dengan ibu kota Pelabuhan Ratu dan memiliki 47 kecamatan.

Sukabumi berasal dari bahasa Sunda dan Suka Bumen. Menurut sejarah, orang-orang yang dikunjungi Sukabumi pun menikmati dengan suasananya. Suka itu seperti dan Bumen hidup, itu mengacu pada orang-orang yang suka tinggal di Sukabumi.
Pada masa penjajahan Belanda, Sukabumi adalah lokasi akademi kepolisian kolonial. Pada tahun 1914, pemerintah Hindia Belanda menjadikan kota Sukabumi sebagai Burgerlijk bestuur dengan status ada banyak orang Belanda menetap dan Eropa, yang merupakan pemilik perkebunan, dan terletak di Kabupaten Sukabumi selatan, dan mereka harus mendapatkan yang istimewa. penanganan dan pelayanan.


Setelah diundangkan, Sukabumi Pada masa itu dibangun Stasiun Kereta Api, Masjid Agung, Gereja Kristen, Pantekosta, Katolik, Betel; HKBP; Pasundan, pembangkit listrik Ubrug; centrale (sub stasiun) Cipoho, Sekolah Polisi Gubermen yang dekat dengan institusi pendidikan Islam tradisional Gunung Puyuh.

Sukabumi terletak sekitar 120 km dari Jakarta, atau sekitar dua setengah jam perjalanan dengan mobil. Tempat ini sangat mudah dijangkau dari Jakarta, Bogor dan Bandung. Sukabumi memiliki beragam tempat wisata, mulai dari wisata bahari, sampai ke gunung.

Di wisata bahari Sukabumi memiliki pantai Pelabuhan Ratu, pantai Citepus, pantai Karang Hawu, pantai Cibangbang, pantai Cimaja, pantai Ujung Genteng dan pantai Minajaya.

Di alam wisata, ada tempat berkemah Cinumpang, taman nasional Gunung Gede, tempat berkemah Pondok Halimun, perkebunan Goalpara, gua Buni ayu, gua Lalay, gunung Halimun atau Salak.

Untuk tempat rekreasi, mereka memiliki taman rekreasi Cimalati, objek wisata Cangkuang, Garden Swan dan peternakan ikan hias.

Untuk kegiatan olahraga disini adalah olahraga untuk diving, surfing, offroad, arung jeram dan hunting. Melihat dari ranah geografis, Sukabumi kaya dan berpotensi menjadi destinasi wisata yang layak untuk dieksplorasi.

Selain warisan budayanya, Sukabumi juga memiliki sejumlah kegiatan sebagai potensi wisata di bidang Seni dan Budaya. Kegiatan seni dan budaya dibagi menjadi kegiatan yang berasal dari upacara ritual atau hiburan. Dengan rasa syukur kepada Tuhan atas panen yang melimpah, masyarakat Sukabumi yang tinggal di pegunungan, pada umumnya masih melaksanakan pesta panen seperti upacara syukuran.

Bagi orang-orang yang tinggal di pesisir laut, mereka juga mengadakan pesta syukuran karena memancing dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur. Secara umum, sebagian besar masyarakat Sukabumi beragama dan dan sangat memperhatikan adat istiadat dan rasa hormat mereka terhadap nenek moyangnya.

0 Response to "Sejarah Kota Sukabumi"

Post a Comment